Skip to main content

London Olympics 2012 – I proud, I pray, I laugh, I cry..... (Part 2)

The Tragedy...




[caption id="attachment_827" align="aligncenter" width="377"] Partai Greysia/Meiliana vs HJE/KMJ - babak penyisihan grup[/caption]


Sampe sini, latihan hari pertama dan penyisihan, semuanya normal-normal saja. Bahkan Owi/Butet yang tadinya keliatan tegang malah udah agak relax dikit. Eike juga kaget ngeliat penampilan mereka di penyisihan yang menurut eike bagus banget, mainnya pede, lepas, dan bersih. Everything seems right sampe akhir babak penyisihan dan muncul kasus ganda putri. I'm not gonna elaborate on the case since this is not my capacity to do so. Biarlah orang-orang yang lebih kompeten menyelesaikan kasus ini, I hope and pray the best for all, with all my heart, I do.





[caption id="attachment_828" align="aligncenter" width="383"] BWF Press Conf diskualifikasi keempat pemain ganda putri di Olimpiade London 2012. Ki-ka : Paisan Rangsikitpho (Deputy President), Thomas Lund (Chief Operating Officer), Gayle Alleyne (Communications Manager)[/caption]

[caption id="attachment_841" align="aligncenter" width="330"] Media dari seluruh dunia menyemut di press conf room Wembley Arena[/caption]


Namun gak bisa dipungkiri bahwa dengan adanya kasus ini, kabut-kabut hitam sempet menyelimuti kami (aposeh wid?!). Seriously, kaget, sedih dan a bit depressed sempat kami rasakan juga saat itu, apalagi setelah keputusan diskualifikasi dijatuhkan pada pasangan kita. Kala itu rasanya seperti perang, dimana semuanya chaos, rusuh. Penonton yang tak henti-hentinya nyorakin pemain, referee + BWF officials yang bolak-balik seribu kali, mixed zone yang padet kayak sarden kalengan, dan press room yang memanas karena media haus akan klarifikasi. Pokoknya, Wembley Arena siaga satu deh!





[caption id="attachment_836" align="aligncenter" width="382"] With Pak Djoko Santoso, Pak Erick Thohir, dan rekan2 media dari RCTI dan TVRI[/caption]

Sejumlah media yang ada disitu pun (terutama media barat) sampe geleng-geleng kepala. I remembered they say : “This is gonna be on the news tomorrow, BIG NEWS!”. Saat itulah baru eike merasa mules, mual dan pusing, bukan karena eike hamdun, tapi karena lonceng krisis di kepala eike sudah bunyi. Ready or not, this is wont stop here and getting somewhere more complicated that it looks. My insting was right, here we are now..... .


Sesuatu yang gak beres keliatan saat Kim Ha Na/Jung Kyung Eun keluar dari lapangan dan melewati mikjon dengan wajah terjutek mereka. Keduanya menolak diinterpiuh, bahkan translator Korea yang udah manggil-manggil sampe lari-lari ngejar, dicuekin aja. Baru kali ini ngeliat dua pemain ahli konde mengonde itu segitu juteknya, biasanya mereka such cute lil pie players!


Saat itu serbuan bbm pun masuk dari Jakarta. Semuanya menayakan kebenaran tentang persitiwa ini, mulai dari atlet di Ciumbrella, yang diluar Ciumrbrella, keluarga eike, bahkan kerabat eike yang seumur idup gak pernah nonton betminten sampe nanyain soal ini. I didn't know ternyata di Jakarta beritanya sudah sangat banyak dan bervariasi. As for me, I can't do anything before get formal clarification from related parties.


Suasana hati tambah amburadul saat malam itu eike ngumpul di kamar sama anak-anak. Pas olympic ini mereka emang sering kumpul bareng-bareng sekadar ngobrol ngilangin stress, becanda2, makan bareng di kamar, ato ngebahas calon lawan besok. Saat-saat ini adalah saat yang berharga dan gak semua orang bisa dapet pengalaman ini. Ini merupakan saat atlet lepas dari titel pemain dunia dan menjadi anak biasa seperti yang lainnya.




[caption id="attachment_834" align="aligncenter" width="352"] Kak Ida, gak ada meja makan, ya makan diatas kardus pun jadi...[/caption]

[caption id="attachment_835" align="aligncenter" width="349"] Cici 1 dan cici 2 udah ngebuking meja makan duluan :D[/caption]

 


Tapi malam itu suasana ceria berubah jadi duka (preet, lebeh banget wid). No, this is true, posisi malam itu adalah kak Gel yang lagi duduk di lantai depan pintu kamar sambil nunduk. Pas eike dateng kirain doi lagi jaga maen petak umpet, ato dikunciin Butet dari dalem. Ternyata tidak, doi lg nelpon ke Jakarta, mungkin menceritakan masalah yang bikin gundah gulana ini. Pas masuk kamar, ci Mel lagi duduk lesu, sebelahnya Butet lg baringan di extra bed yang menjadi singgasananya dia di kamar ini.


Topik pembicaraan makin hot saat mereka nanya apdet dari eike, ttg press conf, berita, dan sejumlah pertanyaan seputar media soal kasus ini. Masuklah koh Popo, sang pelatih dan Pak Sabar, manajer yang sepertinya abis diskusi soal kasus ini. Mereka berdua pun ternyata mau ngomong sama eike, dor! Apakah ini? Ternyata cuma mau sharing dan ngobrol2 aja soal pemberitaan kasus ini. I think at this point of time, they do need some kind of lawyers or/and PR, spokesperson, anyone, somebody who's expert to handle the crisis. Well, that's just my two cents anyway.


Selesai diskusi dengan bapak-bapak, kita kembali kumpul di kamar dan kak Gel masuk ke kamar dan langsung tengkurep di kasur. Pas eike poto, dia tereak 'paparazzi!!!' sambil ketawa. Mayan ketawa dikit kaan? Hihi, tapi abis itu nggalau lagi. Kak Icad yang ngeliat situasi ini langsung manggil Gel dan nyemangatin dia.





[caption id="attachment_830" align="aligncenter" width="352"] walo sedih, tapi tetep metaaaal[/caption]

Kamu tau nggak kalau ini adalah sesuatu yang sudah jalannya? Saya pernah di posisi saya merasa jatuh dan terpuruk sekali, saat itu saya tidak bisa apa-apa dan rasanya pedih sekali melihat anak didik saya. Saat itu saya berpikir kalau saya tidak bisa begini terus, saya harus bangkit, jalan saya masih panjang, banyak yang masih mengharapkan saya. Walalupun susah saya bangun dan ternyata sesudahnya Nova/Butet jadi Juara Dunia” kata kak Icad.


Kita yang denger ini, Butet, ci Mel, Debby, dr. Ella, eike, semuanya terdiam dan jujur rasanya eike pengen nangis. Ci Mel akhirnya memecahkan keheningan, ngeliatin eike dan ngeledekin “ Hayooo ngapain loe wid? Pengen nangis ya?!!” . Eike sok2 ketawa miris dan jawab “SEDIIIIH ciciiiii!!!!”.



Sementara kak Gel yang cuma bisa diam terus dengerin kak Icad sambil duduk lesu di kasur dengan rambut acak-acakan abis nggusel galau tengkurep-telentang-tengkurep. Trus kak Icad kembali cerita soal pengalaman Trikus/Minarti yang udah 14-3 leading (pas masih skor 15) trus kalah, kalo ga salah itu di Olimpiade Sydney ya. Pengen bunuh diri gak sih?


Bayangkan bagaimana drop nya saya saat itu? Melihat mereka begitu dan saya tidak bisa berbuat apa-apa, tapi ya pasti mereka lebih drop lagi dari saya. Tapi inilah kenyataan, realita yang harus dihadapi” lanjut kak Icad.


Butet aja yang biasanya jadi king of jailism dan rameism, saat itu jadi diem. Mau tau gak apa yang bikin suasana ini jadi ceria lagi? Lee Yong Dae, iyes, LYD. Gak tau siapa yang mulai awalnya, pokoknya si tampan jadi pembicaraan hot diantara kami, terutama eike yang jor-joran banget pas mereka cerita ttg LYD yang oemji banget, sayangnya eike gak bisa buka disini. Alhamdulillah kami pun dapet ngakak-ngakak sedikit.




[caption id="attachment_831" align="aligncenter" width="367"] Ini loch yang diomongin :D[/caption]


Kebersamaan lah yang bikin mereka bisa sedikit lupa sama masalah ini, well nggak mungkin lupa sih kecuali amnesia, but at least sedikit meringankan. Thank you LYD, akibat ketampananmu, kami sedikit bisa menyunggingkan senyum di saat kelam itu. (DUILEE DANGDUT KALIIII MAAAAK!!!)


No medal from us....


Kami harus mengalami situasi muram lagi saat Owi/Butet gagal ke babak final dan meraih medali perunggu. Artinya betminten gagal menyumbangkan satu medali pun pada olimpiade kali ini. Pedih, iya emang pedih. Tapi ini adalah kenyataan yang harus dihadapi. Owi/Butet kalah dari Xu/Ma dan Fischer/Ped yang memang rangkingnya lebih diatas mereka. Walaupun dua pasangan itu sempet dimaen-maenin sama Owi/Butet tahun lalu. Xu/Ma dilepehin di Singapore SS 2011, sementara Fischer/Ped ditendang di World Champs 2011.


Seperih-perihnya perasaan saat itu, lebih perih lagi saat eike ngeliat kak Icad. Yes, Richard Mainaky. Pelatih yang sudah belasan tahun ngelatih dan menelurkan juara-juara dunia, peraih medali olimpiade, seseorang yang sangat macho dan keras, ternyata.....





[caption id="attachment_840" align="aligncenter" width="300"] wif ka Icad in London[/caption]

Dia juga tidak kuat melihat apa yang terjadi dengan Owi/Butet di Olimpiade London 2012 ini. Saat itu pertandingan perebutan medali perunggu baru selesai. Eike dan mba Fitri, salah seorang teman wartawati dari Antara, sudah stand by di mixed zone menunggu kedua pemain.


Di olimpiade ini, pemain harus melewati beberapa tahap interview di mixed zone : 1.) broadcasting media 2.) special media : kantor berita, media officer OG/translator 3.) media lainnya. Sembari nunggu mereka, kami pun nyamperin kak Icad yang kala itu ditemani pak Erick Thohir (Chief de Mission kontingen OG INA). Eike kaget banget ngeliat kak Icad saat itu, meskipun dia tersenyum pas diajak tos, tapi matanya berair, he's crying. Ternyata dia tidak tega melihat Owi di lapangan yang terlihat sangat tertekan dan tidak bisa keluar dari tekanan, sementara tak ada yang bisa ia lakukan sebagai pelatih selain menyemangati dari pinggir lapangan.


Habis tos, dia nggak bisa nyembunyiin kesedihannya. Dia kembali mencoba untuk ketawa dan punggungnya ditepuk-tepuk sama pak Erick. Kak Icad kembali menitikkan air mata lalu menghapusnya dengan jari-jemarinya sambil menghadap ke belakang. Eike jadi nggak tega dan hanya senyum dan bilang “tetep semangat kak Icad” lalu mengurungkan diri untuk interview dan memilih waktu yang lebih sesuai saja.


Owi/Butet juga gak kalah sedihnya. Namun mereka terlihat pasrah pada kekalahan kali ini. Kekalahan kemarin dari Xu/Ma terasa lebih dalem. Pas game selesai, Owi tak langsung membereskan tas nya dan langsung keluar lapangan, tetapi dia terduduk di pinggir box tas nya dan menutupi wajahnya dengan handuk. Kak Icad langsung samperin dia dan nepuk-nepuk bahunya, betapa berat beban kedua orang itu....


Sementara Butet yang terlihat lebih tegar, ternyata tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Saat itu suaranya bergetar menjawab pertanyaan wartawan, sementara Owi lebih tak bisa berkata-kata dan sempat tidak mau berkomentar tentang pertandingannya dan mengatakan bahwa semua sudah diwakili Butet. Akan tetapi setelah nego-nego akhirnya Owi mau berbicara dan Butet mendengarkan lirih dan matanya sempat berkaca-kaca...


Selesai pertandingan, Butet terlihat dihibur oleh tim INA termasuk beberapa atlet yang menonton pertandingan hari itu seperti Ci Mely, Simon, Bona, dll. Selesai bertanding, Butet masih tampak emosional, dia pun terus membahas pertandingan tadi sama ci Mel, walopun belom ganti baju, masih keringetan dan nafasnya ngos-ngosan. Ci Mel mendengarkan dengan sabar dan emang saat itu yang paling dibutuhkan Butet adalah itu, didengarkan, bairkan saja semua unek-uneknya mengalir.


Pada saat kejadian interview dengan media, Butet sempat cerita kenapa Owi nggak mau komentar pas ditanya wartawan (lapis ketiga :p). Karena pas diinterview media TV (lapis pertama) Owi sempat ditodong pertanyaan yang kurang mengenakkan hatinya, apalagi baru aja keluar lapangan. Eike ga akan bahas lebih jauh, pokoknya akhirnya dia jawab : “Semua pemain nggak ada yang mau kalah, saya juga tidak pernah mau kalah. Saya sudah berusaha semampu saya...”.


Untungnya temen2 media dari INA lapis 3 ini kompak begete. Waktu nunggu, kami sempet geleng-geleng pas mereka ditanyain sama wartawan lapis dua : “Kalian kalah, bagaimana perasaannya?”. Kami langsung saling liat-liatan dan bengong, bagaimana perasaannya kalah di olimpiade? MENURUT NGANAAA???!! What kind of question was that?!. Akhirnya kami kompakan ngatur pertanyaan yang sedianya membuat Owi/Butet tidak terlalu tertodong ngejawab pertanyaan itu. Ih asik deh temen-temen disana kmaren :)


Malemnya, kami diundang sama P&G untuk menghadiri dinner program Thank You Mom!. Kebetulan mama nya Butet juga ikut dalam program ini, eike memutuskan untuk ikut, lumayan sambil cari bahan tulisan profil :D. Di sana sempet ngobrol-ngobrol seru sama mama papanya Butet, plus ada mbak Anggun juga loch, secara doi kan bintangnya Pantene, salah satu produknya P&G.





[caption id="attachment_837" align="aligncenter" width="325"] Wif keluarga (nya Butet) at the Don cafe in Cannon St., London[/caption]

[caption id="attachment_838" align="aligncenter" width="326"] Wif Butet n Anggun :)[/caption]


Sesudah acara, Butet ternyata udah disiapin satu mobil Mercedes + supir untuk nganter dia pulang ke Wembley, kebetulan mama dan papa nya nginep di hotel yang beda. Butet pun ngajakin eike balik bareng karena kita sehotel. Perjalanan Cannon St. - Wembley cukup jauh, sekitar hampir sejaman tanpa macet.


Selama itu pula, eike ngobrol banyak sama Butet. Setelah mengorek-ngorek info dari emaknya, sekarang saatnya kroscek ama anaknya, hahahaah. Tapi pembicaraan di mersoy ini lebih ke arah yang serius. Sejuta pertanyaan yang ada di otak eike langsung eike tanyakan sama doi, termasuk soal gimana kondisi mentalnya dia saat ini? Kedepannya mau gimana karirnya? Apa tetep stay di pelatnas? Ngobrol apa aja sama Owi? Apa kata mama? Apa kata pak Andi, pak Erick, ibu Rita? Gimana perasaannya baca pemberitaan dia gagal pertahankan emas untuk Indonesia? Semuanyaaaaa eike tanyain.


Beberapa kali dia sempet bilang “ini off the record yeee” sambil ketawa. Hahahah, btw she's one of smartest athlete I've ever met. Dia sadar lagi ngomong sama wartawan, tapi dia juga tau posisi eike gimana. She'd expect me kapan eike harus jadi wartawan yang lagi kerja dengan mengorek informasi dan menjadikan itu berita, kapan eike jadi temen satu tim yang bisa diajak bicara tanpa membawa semua menjadi konsumsi publik.


Saat itu, satu jam di mobil membuat eike lebih mengenal dia. Walopun cuek bebek dan sadis kalo ngeledek, dia termasuk orang yang nggak enakan juga ternyata. Butet sempet minta eike basa-basi ngenggres sama supirnya. Secara dari tadi kita ngobrol ampe bebusa-busa tapi belom ngobrol ama supirnya. Hahaha nggak nyangka nih orang yang cablak dan suka ngeledek mematikan sempet-sempetnya mikirin perasaan supir kami malam itu :p .


Well, singkat cerita, akhirnya petualangan eike di Olimpiade London 2012 harus berakhir. Meskipun gak merasakan indahnya mendengar lagu Indonesia Raya bermumandang di olimpiade, namun eike tetap bersyukur bisa merasakan berada di tengah-tengah tim Indonesia di ajang seakbar olimpiade.


Semoga ada kesempatan lagi untuk menjadi saksi keberhasilan tim Indonesia di Rio 2016. Amien.

Comments

  1. Sediih baca nya...
    Tapi tetap semangat ya buat semua atlet bukutangkis indonesia...

    ReplyDelete
  2. Nice blog, Mbak... Jadi penasaran, pada ngomongin LYD soal apaan sih? Ada hubungannya sama Butet ni kayaknya,hehe...

    ReplyDelete
  3. Sedih banget banget banget bacanya, sumpah aseli nangis beneran. Makasih yah mba wid yang selalu ngasih kabar atlet atlet bultang (terutama: ci butet) ke kami. Terlepas dari semuanya, Thanks for everything in OG! :') INA tetep yang terbaik buat kami. Apalagi ci butet. Dont cry again cici. We proud of you. :)

    ReplyDelete
  4. Well written wid..i feel the emotion.. *mata berdarah2*

    ReplyDelete
  5. thanks a bunch!
    Jangan lupa ke UGD kalo matanya bedarah-darah...hihi :D

    ReplyDelete
  6. wah keren bisa sekompak gitu semuanya salut banget. emang gua aja yang nonton di youtube bukan kesel sama wangyu tapi sama yang mulia raja yongbo super dongo itu. btw si butet emg kesemsem ama LYD hahaha. maklum dia kan org yg ngerebut emas di beijing jadi pembalasan deh di london. hahah. salut ama mba wid makin ngefans deh gua

    ReplyDelete
  7. Mbak, kok ada Debby di London 2012? Jadi sparring partner untuk latihan?

    ReplyDelete
  8. Iya debby sama rijal jadi sparring partner

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Si Glowing yang Menyilaukan Dunia Netyjen...

Have you ever ngerasain ini? Mau dua-duanya. Kayak cewe-cewe ababil yang ga mo keilangan fans yang lagi dipedekatein dua cowo, trus nyanyik : skali lagi maafkanlah, karna aku cinta kau dan diaaa.... *Gue nulis ini beneran sambil dengerin lagunya Ahmad Band yang Cinta Kau dan Dia..* Final bulutangkis perorangan ganda putra Asian Games 2018. AKU PENGEN DUA-DUANYA YANG MENANG BISA GASIIIH?

Menangisku di Jerman, Tersenyumku di All England ....

Hulaaaa, setelah mendapat ilham, akhirnya kelar juga ni postingan tur Yurop que. Selamat membaca ya, maaf kalau ada bahasa yang tidak bisa dimengerti, kadang gue sendiri juga nggak ngerti. Udah lama banget nggak liputan ke Jerman, terakhir tahun 2014 aja gitu, pas gw masih langsing (PENTING AMAT). Sekarang dapet kesempatan lagi liputan ke Jerman, rasanya seneng walopun nggak seseneng ke All England sih. Soalnya, medan pertempurannya berat cyyn. Dari suhu udara aja udah gak kukuw yes, dengan sesaljuan bertebaran, kite mesti menempuh perjalanan yang cukup jauh dan.... NANJAK. Again, bukannya mengeluh, tapi cuma nyeritain fakta aja koq. Namanya juga lagi ngeblog yekan. Eike sampe ngerekam itu perjalanan dari hotel ke hall, video nya udah dicepetin tapi tetep aja lamaa banget. Karena emang jauh sih. Jaraknya 1 km lebih lah, deket? cobain deh jalan kaki, nanjak, di suhu -2, angin-angin membara, lewatin kuburan, bawa tas raket/bawa tas kamera yang seberat gaban.

Asian Games 2018 : #TERIMAKASIHGINTING

Tiga kali sudah air mata eike jatuh saat nonton pertandingan bulutangkis. Pertama, waktu tim Thomas kalah dari Malaysia di Piala Thomas 2014. Kedua, waktu Owi/Butet dapet medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ketiga, final beregu putra Asian Games 2018. Selama tujuh tahun kerja bareng temen-temen atlet ini, eike belum pernah ngeliat apa yang eike liat di malam itu. Oke. Indonesia, jadi tuan rumah Asian Games. Tanding di hadapan publik Istora yang terkenal fantastis. Ditonton orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi. Sudah 16 tahun nggak dapet emas, sekarang main di Jakarta dan udah masuk final. Kebayang kan bebannya? Gak usah atletnya, gua aja yang penghias tribun doang tegang banget. Tapi eike terkejut seterkejutnya pas ngeliat Ginting masuk ke lapangan. Gini, saking seringnya ngeliat atlet tanding, bahkan kadang dari jarak deket pas motret di pinggir lapangan, eike jadi bisa ngebedain kalau dia lagi 'beda'. Semalam, yang eike liat itu seperti bukan Ginting.