Teman-teman setanah air, seperti yang pernah saya ceritakan di twitter or postingan sebelumnya, saya berkesempatan meliput turnamen superliga. Kok bisa? panjaaaaaaaaang ceritanya, curhatnya di postingan selanjutnya aja yah. Intinya saya mendapatkan anugerah dari Yang Diatas untuk wara-wiri di turnamen ini. Yap, with unlimited access. Kebayang kan betapa saya yang dulunya cuma bisa liat pedekar badminton Indonesia via TV, live streaming, or nonton di Istora (itu juga radius 3000000 KM *sigh*) sekarang saya bisa melihat mereka dari jarak bbrp cm doang. Gimana rasanya? pengen jejeritan sambil minta poto bareng itu pasti, namun karena malu ama ID card yang bertuliskan "Photographer" , maka akhirnya saya mengurungkan niat saya dan mingkem jaim di pojokan.