Skip to main content

Hasil All England 2011

Good afternoon goodminton good fans,

Selesai sudah ajang salah satu turnamen tertua di dunia, All England 2011. Pertandingan yang memiliki prestige dan gengsi yang tinggi ini diikuti oleh pemain terbaik dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.


Sayangnya momen ini bukanlah saat yang dapat mengembalikan nama Indonesia di masa kejayaan dulu. Prestasi pemain yang rata-rata kandas di babak awal mendapat kritik yang cukup pedas dari beberapa pihak. Mulai dari berita di media massa, komentar para pengamat olahraga, sampe jeritan para goodminton fans di beberapa social media seperti Facebook dan Twitter. Pake ada acara berantem segala cyyn! Emang bukan endonesah namanya kalo gak ada drama! :p

Anyway, saya nggak akan ngebahas perseteruan tersebut diatas, namun pengen fokus pada hasil tahun ini yang tampaknya memberikan beberapa letupan-letupan kecil * apa sih bok?* ...maksudnya ada kejutan manis dari beberapa pemain yang tanpa disangka bisa menembus final dan mengalahkan raksasa-raksasa China.



Walaupun China masih mendominasi dengan menempatkan 4 finalis di 4 nomor , namun menurut saya ini sih mendigan lah. Biasanya mereka menguasai semua nomor, bahkan beberapa diantaranya ada All China Final. Partai pertama dimenangkan dengan manis oleh gadis manis berusia 20 tahun, Wang Shixian. Yang mengejutkan adalah lawannya Eriko Hirose yang tak diduga berhasil mengalahkan Saina Nehwal di quarter final.  Hirose yang saat itu tengah gundah gulana mikirin sanak keluarga di Jepang yang terkena tsunami dan gempa, nampaknya tetap berusaha berjuang sebaik mungkin untuk mengalahkan lawannya. Penonton beberapa kali berdecak kagum akan usaha nya menyerang pertahanan Shixian.


Di nomor ganda putra, pertarungan sengit juga dipertontonkan oleh Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (MAS) dan Boe/Mogensen (DEN). Di game pertama dan awal game ke dua, pasangan Malaysia memimpin dengan sangat meyakinkan. Namun pasangan Denmark tak menyerah dan terus menekan hingga akhirnya memenangkan pertandingan. Partai ketiga adalah ganda putri, untuk partai ini saya nggak mau komen apa-apa, Xiaoli/Yu (CHN) tampaknya sangat perkasa buat Reika/Mizuki (JPN). Begitu juga di XD, Saralee/Sudket juga sepertinya sembah sujud dengan kedigdayaan Chen Xu/Ma Jin (CHN).


Naaaaah! ini dia yang seru, partai terakhir antara dua musuh bebuyutan klasik : Cyborg Lin Dan (CHN) vs Datok Lee Chong Wei (MAS). Dua lelaki ini bertarung demi harga diri, secara yah, LCW sepertinya seolah menjadi raksasa saat bertemu pemain lain, namun menciut saat melawan Mr. Robot. Namun sodara-sodari, ternyata malam itu menjadi malam keramat yang mengembalikan kepercayaan diri Chong Wei. Ia berhasil mengubah opini banyak orang bahwa ia pun pantas menduduki peringkat 1 dunia dan bisa mengalahkan siapapun termasuk Lin Dan.

Berikut hasil lengkap final All England 2011 :

WS : Wang Shixian (CHN) vs Eriko Hirose (JPN) : 24-22 21-18

MD : Mathias Boe/ Carsten Mogensen (DEN) vs KKK/TBH (MAS) : 15-21 21-18 21-18

WD : Wang Xiaoli/ Yu Yang (CHN) vs Mizuki Fujii/Reika Kakiiwa (JPN) : 21-2 21-9

XD : Chen Xu/Ma Jin (CHN) vs Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam (THA) 21-13 21-9

MS : Lee Chong Wei (MAS) vs Lin Dan (CHN) : 21-17 21-17

Details skoring and statistics bisa liat di sini

Sekian review dari saya. Tunggu ocehan selanjutnya tentang Swiss Grand Prix Gold yah.....semoga di postingan ini yang saya omongin adalah pemain Indonesia....semoga bisa tembus final dan jadi juara. Amiiin.

Photos source : AllEnglandBadminton.com






Comments

  1. Amiiiin ya allah pemain indonesia yang kita riviu! ;)

    ReplyDelete
  2. Amiiin.... doakeun ya sodari Titiw...
    So far udah pada bertengger sampe semifinal loooh... :D

    ReplyDelete
  3. semangatttt,,,,,para pemain indonesia!!!!
    Giat2 lah berlatih,,,,supaya cina bisa d kandaskan,,,,kmbalikan kejayaan kita,,,terutama d sektor pemain putri......!!!!
    Excited,,,!!!!

    ReplyDelete
  4. Amiiiin, semoga pemain kita bisa bangkit ya ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Si Glowing yang Menyilaukan Dunia Netyjen...

Have you ever ngerasain ini? Mau dua-duanya. Kayak cewe-cewe ababil yang ga mo keilangan fans yang lagi dipedekatein dua cowo, trus nyanyik : skali lagi maafkanlah, karna aku cinta kau dan diaaa.... *Gue nulis ini beneran sambil dengerin lagunya Ahmad Band yang Cinta Kau dan Dia..* Final bulutangkis perorangan ganda putra Asian Games 2018. AKU PENGEN DUA-DUANYA YANG MENANG BISA GASIIIH?

Menangisku di Jerman, Tersenyumku di All England ....

Hulaaaa, setelah mendapat ilham, akhirnya kelar juga ni postingan tur Yurop que. Selamat membaca ya, maaf kalau ada bahasa yang tidak bisa dimengerti, kadang gue sendiri juga nggak ngerti. Udah lama banget nggak liputan ke Jerman, terakhir tahun 2014 aja gitu, pas gw masih langsing (PENTING AMAT). Sekarang dapet kesempatan lagi liputan ke Jerman, rasanya seneng walopun nggak seseneng ke All England sih. Soalnya, medan pertempurannya berat cyyn. Dari suhu udara aja udah gak kukuw yes, dengan sesaljuan bertebaran, kite mesti menempuh perjalanan yang cukup jauh dan.... NANJAK. Again, bukannya mengeluh, tapi cuma nyeritain fakta aja koq. Namanya juga lagi ngeblog yekan. Eike sampe ngerekam itu perjalanan dari hotel ke hall, video nya udah dicepetin tapi tetep aja lamaa banget. Karena emang jauh sih. Jaraknya 1 km lebih lah, deket? cobain deh jalan kaki, nanjak, di suhu -2, angin-angin membara, lewatin kuburan, bawa tas raket/bawa tas kamera yang seberat gaban.

Asian Games 2018 : #TERIMAKASIHGINTING

Tiga kali sudah air mata eike jatuh saat nonton pertandingan bulutangkis. Pertama, waktu tim Thomas kalah dari Malaysia di Piala Thomas 2014. Kedua, waktu Owi/Butet dapet medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ketiga, final beregu putra Asian Games 2018. Selama tujuh tahun kerja bareng temen-temen atlet ini, eike belum pernah ngeliat apa yang eike liat di malam itu. Oke. Indonesia, jadi tuan rumah Asian Games. Tanding di hadapan publik Istora yang terkenal fantastis. Ditonton orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi. Sudah 16 tahun nggak dapet emas, sekarang main di Jakarta dan udah masuk final. Kebayang kan bebannya? Gak usah atletnya, gua aja yang penghias tribun doang tegang banget. Tapi eike terkejut seterkejutnya pas ngeliat Ginting masuk ke lapangan. Gini, saking seringnya ngeliat atlet tanding, bahkan kadang dari jarak deket pas motret di pinggir lapangan, eike jadi bisa ngebedain kalau dia lagi 'beda'. Semalam, yang eike liat itu seperti bukan Ginting.