Skip to main content

Hasil lengkap Victor Korea Open Super Series 2011

 


KOPSS 2011


Bapak, Ibu, sodara –sodari setanah air, selesai sudah turnamen Premier Super Series pertama di awal tahun 2011 ini.  Apa sih yang istimewa dari turnamen ini? Selain diselenggarakan di Korea, which is my most fave country dengan segudang cowok-cowok ganteng macam di serial Endless Love, turnamen ini merupakan turnamen kategori highest class dengan prize money yang bikin ngeces :D . Korea Open Super Series Premier adalah turnamen dengan hadiah terbesar sepanjang sejarah, sejak bumi ini terbentuk belum ada yang menawarkan hadiah lebih besar dari US$ 1,2 Juta. Ya jangan dibandingin sama tennis ya, dimana 1,2 juta itu paling prize money buat juara tunggal putra di Grand Slam  doang…. *sigh*

Lin Dan - si manusia setengah dewa


Anyway, tetep aja ini adalah sebuah usaha dari BWF untuk menarik minat masyarakat dunia pada badminton. Nominal prize money yang menarik (banget) ini tentunya menjadi magnet bagi para top shuttlers untuk tak absen berlaga. Liat aja seeded entries yang dipenuhi dengan nama-nama termahsyur dunia perbulu-tepok-an. Lin Dan, Lee Chong Wei, Wang Shixian, Lee Yong Dae/Jung Jae Sung (yang ganteng), Peter Gade, Taufik Hidayat, dan masih banyak deretan nama-nama keren beken lainnya.

 




[caption id="attachment_325" align="aligncenter" width="391" caption="Lee Yong Dae / Jung Jae Sung dan Yu Yang / Wang Xiaoli"][/caption]

Berikut hasil lengkap Korea Open Super Series Premier 2011:

Men's Singles

Lin Dan (CHN) vs Lee Chong Wei (MAS) 21-19 14-21 21-16

Women's Singles

Wang Yihan (CHN) vs Wang Shixian (CHN) 21-14 21-18

Men's Doubles

Lee Yong Dae/ Jung Jae Sung (KOR) vs Mathias Boe/ Carsten Mogensen (DEN) 21-6 21-13

Women's Doubles

Yu Yang/ Wang Xiaoli (CHN) vs Qing Tian/ Zhao Yunlei (CHN) 21-18 19-21 21-4

Mixed Doubles

Zhang Nan/ Zhao Yunlei (CHN) vs Tao Jiaming/ Qing Tian (CHN) 21-17 13-21 21-19

Detail statistic result here.




Lalu bagaimanadengan sepak terjang pemain Indonesia di turnamen ini? Well, I can say sepertinya prestasi di Malaysia Open SS 2011 lebih bagus ya, dimana pemain muda banyak bikin gebrakan. Seperti cuap-cuap saya di postingan sebelumnya, nama-nama seperti Lindaweny, Alamsyah dan Simon Santoso yang berhasil bikin lawan-lawannya melongo. Namun keberuntungan di Seoul tak senikmat di KL beserta nasi lemak nya itu, banyak diantara mereka yang tumbang di babak awal.

Satu yang patut diacungi jempol adalah Simon Santoso. Setelah minggu sebelumnya berhasil membungkam Chen Jin, kali ini ia mengejutkan penonton di Olympic Stadium Seoul dengan mengalahkan Peter Gade yang merupakan unggulan ke-3. Saya hingga saat ini masih berjuang mengarungi dunia per-Youtube-an untuk mencari video pertandingannya , rasanya makan nggak enak, tidur nggak nyenyak kalo belom menyaksikan sendiri game nan spektakuler itu. Akan akyu posting link nya kalau udah dapet ya, makanya your pray is fully appreciated :D

Anyway congrats for all the winners! Enjoy your zillion dollars, have some fun, you totally deserved it! :)

Comments

  1. Hi Widya, dari hasil siaran ulang di YesTV, pemenang Ganda Putra di Korean Open itu pemain Denmark, bukannya korea..Data semestinya:
    Mathias Boe/ Carsten Mogensen (DEN)vs Lee Yong Dae/ Jung Jae Sung (KOR) 21-6 21-13

    ReplyDelete
  2. Hi Paimin, thanks ya buat comment nya.

    Tapi, saya juga nonton langsung kok pertandingannya via Vision1. LYD-JJS menang di depan publik nya sendiri. Hasil pertandingan bisa cek di http://www.tournamentsoftware.com/sport/matches.aspx?id=8C42017D-9BA4-44C2-83DB-CBBEA211BF37&d=20110130

    LYD dan JJS memang sempat kalah di final dari Boe-Mogensen, tapi itu di turnamen Final Super Series, bukan Korea Open :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Si Glowing yang Menyilaukan Dunia Netyjen...

Have you ever ngerasain ini? Mau dua-duanya. Kayak cewe-cewe ababil yang ga mo keilangan fans yang lagi dipedekatein dua cowo, trus nyanyik : skali lagi maafkanlah, karna aku cinta kau dan diaaa.... *Gue nulis ini beneran sambil dengerin lagunya Ahmad Band yang Cinta Kau dan Dia..* Final bulutangkis perorangan ganda putra Asian Games 2018. AKU PENGEN DUA-DUANYA YANG MENANG BISA GASIIIH?

Menangisku di Jerman, Tersenyumku di All England ....

Hulaaaa, setelah mendapat ilham, akhirnya kelar juga ni postingan tur Yurop que. Selamat membaca ya, maaf kalau ada bahasa yang tidak bisa dimengerti, kadang gue sendiri juga nggak ngerti. Udah lama banget nggak liputan ke Jerman, terakhir tahun 2014 aja gitu, pas gw masih langsing (PENTING AMAT). Sekarang dapet kesempatan lagi liputan ke Jerman, rasanya seneng walopun nggak seseneng ke All England sih. Soalnya, medan pertempurannya berat cyyn. Dari suhu udara aja udah gak kukuw yes, dengan sesaljuan bertebaran, kite mesti menempuh perjalanan yang cukup jauh dan.... NANJAK. Again, bukannya mengeluh, tapi cuma nyeritain fakta aja koq. Namanya juga lagi ngeblog yekan. Eike sampe ngerekam itu perjalanan dari hotel ke hall, video nya udah dicepetin tapi tetep aja lamaa banget. Karena emang jauh sih. Jaraknya 1 km lebih lah, deket? cobain deh jalan kaki, nanjak, di suhu -2, angin-angin membara, lewatin kuburan, bawa tas raket/bawa tas kamera yang seberat gaban.

Asian Games 2018 : #TERIMAKASIHGINTING

Tiga kali sudah air mata eike jatuh saat nonton pertandingan bulutangkis. Pertama, waktu tim Thomas kalah dari Malaysia di Piala Thomas 2014. Kedua, waktu Owi/Butet dapet medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ketiga, final beregu putra Asian Games 2018. Selama tujuh tahun kerja bareng temen-temen atlet ini, eike belum pernah ngeliat apa yang eike liat di malam itu. Oke. Indonesia, jadi tuan rumah Asian Games. Tanding di hadapan publik Istora yang terkenal fantastis. Ditonton orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi. Sudah 16 tahun nggak dapet emas, sekarang main di Jakarta dan udah masuk final. Kebayang kan bebannya? Gak usah atletnya, gua aja yang penghias tribun doang tegang banget. Tapi eike terkejut seterkejutnya pas ngeliat Ginting masuk ke lapangan. Gini, saking seringnya ngeliat atlet tanding, bahkan kadang dari jarak deket pas motret di pinggir lapangan, eike jadi bisa ngebedain kalau dia lagi 'beda'. Semalam, yang eike liat itu seperti bukan Ginting.