Skip to main content

Sukses Alan dan Hari berawal dari sini.....

[caption id="" align="aligncenter" width="253" caption="Alan Budikusuma - Susi Susanti "][/caption]

Saya masih suka senyum-senyum sendiri mengingat betapa luar biasanya kisah perkawinan medali emas Olimpiade Barcelona 1992, dimana Alan Budikusuma berhasil menggondol emas karena ia bahagia setelah 2 jam sebelumnya, pacarnya, Susi Susanti juga berhasil merebut emas setelah mengalahkan musuh bebuyutannya Bang Soo Hyun (KOR).

Cerita ini seolah menjadi cerita paling manis di sejarah badminton kita, kapan lagi Indonesia meraih 2 medali emas olimpiade sekaligus di dua nomor paling bergengsi di bulutangkis yaitu tunggal putra dan tunggal putri? jawabannya adalah hampir tidak mungkin. Namun sekali lagi kata pepatah, tidak ada yang tidak mungkin kaaaan? ;p

Nggak hanya berhenti sampai Olimpiade, kiprah Alan pun berlanjut hingga ia menjadi penentu kemenangan team Piala Thomas pada saat menghadapi China di Thomas Cup 1996.  Kemenangan manis dipersembahkan oleh Alan setelah sebelumnya Joko Suprianto dan Haryanto Arbi menyerah dari pemain Cina. Alan yang sempat bercokol di peringkat 1 dunia itu kini pun tetap terdengar gaung nya di dunia bulutangkis karena ia dan Susi merupakan pendiri Astec (Alan Susi Technology) sebuah perusahaan produsen raket bulutangkis. Tak hanya sukses di lapangan, Alan pun sukses berbisnis di dunia bulutangkis ;)




[caption id="" align="aligncenter" width="255" caption="Hari saat menjadi penentu kemenangan Indonesia di Thomas Cup 1996"][/caption]

Ingat Alan di Thomas Cup 1996, saya pun jadi ingat juga sama si mas ganteng yang punya julukan smash 100 watt. Kalo ngaku suka sama badminton, kamu pasti tahu kan siapa yang saya maksud :) . Dialah Haryanto Arbi, salah satu generasi keluarga Arbi yang full of prestasi ! Dulu saat pertama lihat Hari, saya nggak tahu kalau smash nya mantab, sebagai abege, saya tahunya dia punya wajah yang ganteng dengan badan atletis 178 cm dan jumping yang cukup tinggi. Setelah melihat laga nya di Piala Thomas 1996 dimana Ia menjadi penentu kemenangan tim saat membabat Thomas Stuer Lauridsen (DEN).

Sebelumnya, nama Hari pun telah berkibar di Lausanne- Swiss, ia berhasil meraih gelar Juara Dunia tahun 1995. Tahun sebelumnya, Ia juga menyabet gelar juara All England dua tahun berturut-turut 1993 dan 1994.

Atlet yang bernama asli Michael Ludwig Haryanto Arbi ini merupakan pemain yang sangat terkenal dengan jumping smash nya, konon barangsiapa yang di smash oleh Hari, akan sangat sulit mengembalikan pukulan, kalaupun berhasil, pasti pukulan itu nggak akan sempurna, misalnya saja menyangkut di net, out, ataupun tanggung. Hari mengungkapkan salah satu kunci keberhasilannya adalah : DISIPLIN.

Setelah pensiun, bapak dua anak ini sekarang menggeluti bisnis yang juga tak jauh-jauh dari dunia bulutangkis. Dialah pendiri penyedia peralatan bulutangkis Flypower. Bersama rekan-rekan mantan pemain bulutangkis, Sigit Budiarto dan Ricky Subagdja, Hari kini tengah sibuk mengembangkan bisnis nya hingga ke luar negeri.

Banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari kedua mantan atlet kebanggaan Indonesia ini, mental juara tak hanya mereka miliki di lapangan, namun juga di kehidupan mereka masing-masing. Alan dan Hari memulai karir mereka di kota Kudus bersama PB Djarum. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa PB Djarum merupakan pencetak bintang-bintang bulutangkis ternama. Sebut saja mulai dari Liem Swie King, Christian Hadinata, Hastomo Arbi sampai pemain-pemain muda seperti Maria Kristin, Maria Febe, Mohammad Ahsan, dan Dionysius Hayom Rumbaka. Beberapa nama baru pun mulai menanjak, sebut saja Ana Rovita dan Feby Angguni.

Kesemuanya berasal dari satu didikan sebuah wadah yang menurut saya sangat berdedikasi tinggi dalam memajukan dunia perbulutangkisan Indonesia. Banyak PB yang tentunya juga memiliki program dan kurikulum yang hebat, namun satu hal yang paling penting dalam pembinaan calon atlet sejati : KOMITMEN.

Walaupun hanya satu kata, Komitmen memiliki makna yang sangat besar. Kemenangan yang diraih di lapangan tidak semata-mata tercipta begitu saja, selain perjuangan atlet yang patut diacungi jempol, kita juga harus berterimakasih kepada mereka yang ada di belakang sana, mereka yang mempersiapkan sang juara. From zero to hero, itulah istilah yang bisa saya gambarkan untuk mereka. Berkomitmen di dunia ini tidaklah mudah, prosesnya bukan bicara setahun dua tahun, namun belasan bahkan puluhan tahun. Passion merupakan salah satu hal yang mengukuhkan komitmen PB Djarum, hal ini tercermin dari awal pembentukannya yaitu kecintaan pemilik PT. Djarum akan bulutangkis, sehingga pada tahun 1969 dibangunlah tempat pelatihan di brak (tempat karyawan melinting rokok).

Meskipun berawal dari nol, namun komitmen dan passion merupakan pondasi yang kokoh untuk PB Djarum meneruskan dedikasi mereka mencari, membina mencetak para jawara di dunia perbulutangkisan Indonesia.

Comments

  1. Wih.. Komitmen. Bener tuh wi. Mau setajir apapun sebuah PB tapi kalo yang megang orang yang gak punya pssion akan badminton ya sami mawon.. Btw kido hendra menang tuh di malay gp.. ;)

    ReplyDelete
  2. Komitmen dari PT djarum akan olah raga ini patut ditiru oleh perusahaan2 lain agar tercipta atlet2 yg berprestasi dan mengharumkan nama indonesia di kancah dunia....dimana yg kita tau bbrapa tahun sebelumnya indonesia sebagai negara yg ditakuti di arena per badminton an namun saat ini menjadi anjlok prestasi...... Bravo kepada PT.Djarum dalam membibit tunas badminton untuk indonesia.......

    ReplyDelete
  3. Setuju ! Gk hanya di dunia perbulutangkisan, yg namanya DISIPLIN dan KOMITMEN adalah kunci meraih kesuksesan! Salut bwt jawara PB kita dan legendary nya....salut jg bwt penulis...sukses teruus ;p

    ReplyDelete
  4. Wah Widya, dengan kamu mulai nulis mengenai badminton di blog kamu saya jadi dapat update-an komplit mengenai badminton Indonesia beserta hot issuenya! i can feel your passion! keep on writing yah, tulisan kamu amat menghibur dan memberikan edukasi yang dalam mengenai dunia badminton itu sendiri! Keep on writing and i will keep on reading :)

    ReplyDelete
  5. setujuh berat sama kamu Tiw, passion is pondasi ! seperti kita ini lho, kalau nggak passion pasti komitmen kita setia sama badminton bisa tergoyahkan ;p

    ReplyDelete
  6. semoga aja pembinaan nya makin serius ya, prestasi yang anjlok bisa dijadikan pelajaran juga, sebagai bahan evaluasi ;)

    bravo juga buat badminton Indonesia :p

    ReplyDelete
  7. Wah makasih Adys, walaupun kadang berat, manfaat disiplin dan komitmen pasti akan kita nikmati suatu hari nanti ... so, mari kita contoh para pahlawan bulutangkis kita yuk :D

    ReplyDelete
  8. Thanks berat San! ;)

    Amiiiin kalo tulisan saya membawa manfaat buat yang baca.... baca komen2 jadi pengen posting tulisan yang lebih baik lagi :D

    makasi yah support nya!! ;)

    ReplyDelete
  9. kmrn sempet diskusi dengan teman soal PD Djarum ini dan mrk tetep amaze kalau Djarum tdk mendapatkan sesuatu kembali dari para atlet ini kecuali nama besar dan penghargaan

    ReplyDelete
  10. semua atlet berprestasi yg disebutkan, tak lepas dari peran serta PB Djarum dalam pembinaan atlet-atletnya. Bisa kita lihat, atlet trsbut berpestasi pada generasi yang berbeda. salut untuk pembinaannya. buat mantan atlet, setelah memasuki masa pensiun, tetap berprestasi, meski diluar lapangan. maju terus badminton indonesia

    ReplyDelete
  11. semua emang engga lepas dari disiplin. PB Djarum sangat tepat mengedepankan hal tersebut dalam pembinaannya. semoga badminton kita makin berprestasi

    ReplyDelete
  12. semoga di dalam diri masing2 atlet indonesia selalu tertanam komitmen yang tinggi dan rasa disiplin yg kuat untuk bisa meraih prestasi setinggi2nya dan membawa harum nama besar negara INDONESIA...
    Dan semoga juga pemerintah bisa lebih memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet2 indonesia termasuk memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan dengan atlet-atlet tsb.. sehingga kedepannya makin banyak PB di indonesia yg bisa melahirkan atlet-atlet bulutangkis yg berprestasi dan bisa membawa harum negara INDONESIA...
    BRAVO BULUTANGKIS INDONESIA..

    ReplyDelete
  13. Semoga para atlet zaman sekarang dapat mengambil ilmu" positive dr pada atlet zaman dahulu .

    ReplyDelete
  14. Aduh hebat banget kamu wid dah punya blog sendiri mengenai badminton semoga hobby kamu yg di geluti sejak kecil sampai sekarang membuahkan hasil yang baik success ya wid and success juga dengan para pemain Bulutankis Indonesia yang banyak mengalami kemajuan yang sangat mengagumkan semoga saja sejarah Rudi Hartono yg menang berturut2 di all england 7 x bisa terulang lagi

    ReplyDelete
  15. Betul mas Didut, ini juga yang saya kagumi. Bahkan prize money yang didapat atlet pun 100% untuk atlet, tidak dipotong biaya pembinaan, pelatih, dll.

    Semoga ini bisa dicontoh pihak lain ya :D

    ReplyDelete
  16. Terima kasih Evral, semoga pembinaan nya makin menghasilkan bibit baru yang mengharumkan nama Indonesia yah! dan semoga komitmen ini tidak putus sampai kapan pun.
    Dukung terus badminton Indonesia ya! :)

    ReplyDelete
  17. Betul Reza, disiplin juga kunci sukses pembinaan mereka lho

    Amin, semoga prestasi badminton kita makin kinclong ya :D

    ReplyDelete
  18. Setujuuuuuu banget ki, ditunggu dukungan dari pemerintah nya nih.... hehhehe... satu-satunya cabang olahraga yang bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Olimpiade lho...

    Bravoooooo Bulutangkis Indonesia!!!

    ReplyDelete
  19. Amin amiin....kangen ya dengan kesuksesan para atlet jaman dulu? hihihi...

    Semoga aja kedepannya kesuksesan badminton Indonesia bisa terulang ya :D

    ReplyDelete
  20. Hahahah makasih tante :D
    Dukung terus bulutangkis Indonesia yah, semoga iya akan lahir Rudy Hartono -Rudy Hartono lainnya…Amiiiinn….

    Btw itu Rudy Hartono juaranya 8x , bukan 7x … hihihihihi :D

    ReplyDelete
  21. Kita patut bangga punya pemaen seperti mereka . Dan seharusnya negara bisa memperhatikan atlet" yang memang sudah dimakan zaman . Maju terus indonesia .!

    ReplyDelete
  22. Waw!! Blognya mbak Widya ini menarik banyak orang yang pengen tahu ttg bulutangkis yaa!! Hebring! Ayo nulis lagi wiii! :D

    ReplyDelete
  23. semangadh Indonesia!!!!

    ReplyDelete
  24. SEMANGAAAATTTTTTT !!! IN-DO-NE-SIA !!! :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tentang Si Glowing yang Menyilaukan Dunia Netyjen...

Have you ever ngerasain ini? Mau dua-duanya. Kayak cewe-cewe ababil yang ga mo keilangan fans yang lagi dipedekatein dua cowo, trus nyanyik : skali lagi maafkanlah, karna aku cinta kau dan diaaa.... *Gue nulis ini beneran sambil dengerin lagunya Ahmad Band yang Cinta Kau dan Dia..* Final bulutangkis perorangan ganda putra Asian Games 2018. AKU PENGEN DUA-DUANYA YANG MENANG BISA GASIIIH?

Menangisku di Jerman, Tersenyumku di All England ....

Hulaaaa, setelah mendapat ilham, akhirnya kelar juga ni postingan tur Yurop que. Selamat membaca ya, maaf kalau ada bahasa yang tidak bisa dimengerti, kadang gue sendiri juga nggak ngerti. Udah lama banget nggak liputan ke Jerman, terakhir tahun 2014 aja gitu, pas gw masih langsing (PENTING AMAT). Sekarang dapet kesempatan lagi liputan ke Jerman, rasanya seneng walopun nggak seseneng ke All England sih. Soalnya, medan pertempurannya berat cyyn. Dari suhu udara aja udah gak kukuw yes, dengan sesaljuan bertebaran, kite mesti menempuh perjalanan yang cukup jauh dan.... NANJAK. Again, bukannya mengeluh, tapi cuma nyeritain fakta aja koq. Namanya juga lagi ngeblog yekan. Eike sampe ngerekam itu perjalanan dari hotel ke hall, video nya udah dicepetin tapi tetep aja lamaa banget. Karena emang jauh sih. Jaraknya 1 km lebih lah, deket? cobain deh jalan kaki, nanjak, di suhu -2, angin-angin membara, lewatin kuburan, bawa tas raket/bawa tas kamera yang seberat gaban.

Asian Games 2018 : #TERIMAKASIHGINTING

Tiga kali sudah air mata eike jatuh saat nonton pertandingan bulutangkis. Pertama, waktu tim Thomas kalah dari Malaysia di Piala Thomas 2014. Kedua, waktu Owi/Butet dapet medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Ketiga, final beregu putra Asian Games 2018. Selama tujuh tahun kerja bareng temen-temen atlet ini, eike belum pernah ngeliat apa yang eike liat di malam itu. Oke. Indonesia, jadi tuan rumah Asian Games. Tanding di hadapan publik Istora yang terkenal fantastis. Ditonton orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi. Sudah 16 tahun nggak dapet emas, sekarang main di Jakarta dan udah masuk final. Kebayang kan bebannya? Gak usah atletnya, gua aja yang penghias tribun doang tegang banget. Tapi eike terkejut seterkejutnya pas ngeliat Ginting masuk ke lapangan. Gini, saking seringnya ngeliat atlet tanding, bahkan kadang dari jarak deket pas motret di pinggir lapangan, eike jadi bisa ngebedain kalau dia lagi 'beda'. Semalam, yang eike liat itu seperti bukan Ginting.