Jika kamu lewat Istora minggu lalu dan menemukan sesuatu yang berbeda dengan Istora, itu karena sedang digelar sebuah perhelatan akbar dunia badminton Indonesia. 22-27 Juni 2010 adalah hari-hari yang dinantikan para penggila badminton, termasuk saya dan rekan saya yang juga menggilai badminton : Djarum Indonesia Open Super Series 2010. Turnamen ini adalah salah satu gelaran super series, salah satu turnamen bergengsi yang diselenggarakan BWF dan PBSI.
Apa yang beda dari tahun lalu?
1. Numero Uno : E-TICKET !!!!
Ini patut dimasukkan ke dalam daftar 7 keajaiban dunia. Sumpah gak lebay. Sejak diselenggarakan tahun 1982, turnamen ini tiketnya susaaaah banget didapet. Bahkan tahun lalu sampe ada yang nyaris nginep untuk dapet tiket, berangkat dari rumah pas abis subuh, mungkin kalo bulan puasa, abis imsak langsung cabut dari rumah. Tahun ini panitia cukup cerdas dan mulai menyadari betapa pentingnya aplikasi sistem ini, sehingga calo-calo pun tewas tak berdaya. E-ticket DIOSS tahun ini bisa diakses pecinta badminton di website resmi nya. Selain e-ticket yang menurut saya briliiant adalah booth pembelian tiket NON Tunai, via debit ataupun kartu kredit BCA. Plus, booth ini pun menawarkan diskon 20% untuk semua jenis kelas tiket!!! Siapa yg gak seneng coba? sejak kapan ada sejarahnya tiket mudah dibeli, pake didiskon pulak! Ada apa lagi??? klik aja disini -->
2. Badminton City
[caption id="" align="aligncenter" width="297" caption="we're in Badminton City!!!"]
[/caption]
Sebetulnya konsep semi bazaar sudah diterapkan tahun lalu oleh panitia. Namun tahun ini konsep diperdalam dan aplikasi konsep nya pun niat abis!!! Istora disulalp menjadi sebuah arena bernama Badminton City dimana semua muanya berhubungan dengan badminton. Sebut aja booth sponsor yang menyediakan berbagai koleksi T-Shirt, Jacket, Payung, Topi, dll. Semuanya ini berbau bulutangkis lho! Dari mulai balon maskot raksasa, boneka-boneka kok, raket, sampe penunjuk jalan semua nya berbau bulutangkis. Its like my wonder land!
3. Face Painting
[caption id="" align="alignleft" width="297" caption="red is my blood, white is my bone!"]
[/caption]
Sedari dulu saya nunggu-nunggu fasilitas ini, maklumlah saya bukan tipe org yang suka make up an jadinya gak punya lipstick mere dan eye shadow putih. Untungnya kali ini sponsor menyediakan booth lengkap dengan face paint, kuas, plus gambar bendera yang mau dicoret-coret di pipi. Nggak cuma bendera lho, ada juga yang ngegambar kok di muka nya!
4. DIO , Si burung maskot
Cuma tahun ini lho Indonesia Open punya maskot, namanya DIO (*singkatan dari Djarum Indonesia Open). DIO adalah burung garuda yang berkaos merah dan celana item, kostum khas warna pemain Indonesia. Bedanya, pemain kita nggak ada paruh kuning nya.
5. Comment Wall
Nah ini juga ide yang sangat bagus menurut saya, dengan menyediakan papan putih sepanjang hampir 15 meter, pengunjung bisa komen, support, bahkan bisa curhat juga di wall ini. Isinya lucu-lucu, buat yang penasaran, saya sempet capture beberapa pic, bisa dilihat disini.
[caption id="" align="aligncenter" width="297" caption="comment wall yang setiap harinya diganti karena selalu penuh"]
[/caption]
[caption id="" align="alignright" width="297" caption="marching band setelah semifinal match"]
[/caption]
6. Marching Band, DJ, dan Dancers
Sejak kapan ya acara badminton di dunia ini ada DJ nya? cuma di sini bok! pake dihibur sama dancer dan marching band segala cyyn! paketereak2 IN-DO-NE-SIA dung dung dung dung dung ! Udah gitu si dije pun tak mau kalah, lagu-lagu yang dipasang adalah lagu yg lekat dengan lifestyle dan pokoknya bikin acara ini jauh dari kaku.
7. Badminton games
Kalo yang ini adalah satu kreasinya sponsor. Ini adalah salah satu booth favorit saya dan rekan saya sesama penggila badminton : Titiw Akmar. Saking semangatnya, kita sangat ambisi untuk dapetin semua hadiah dengan berbagai cara, sampe yg jaga booth pengen pengsan dan ngambek kalo kita dateng, bahkan ada satu orang yang ngancem mau resign dan nyuruh saya gantiin dia di booth itu. Hiihihi...
Games nya macem-macem ya, intinya kamu harus bermain badminton. Ada games servis bola ke dalam keranjang (ini badminton apa basket?), ada juga yang harus serve dan shuttlecock kudu kena tiang-tiang yg sudah disediakan, or jatuh di area yg ada point2 nya.
Panitia sepertinya tidak menyangka kalo kami para penggila badminton sungguh niat bermain, sehingga banyak hadiah amblas di hari pertama, maka di hari kedua banyak peraturan games yang diganti dengan semena-mena, susaaaaah bgt untuk menang! Ibaratnya boro-boro saya dan Titiw, mungkin Taufik juga gak bisa menang di games ini! Yang bisa mungkin cuma manusia setengah dewa : Lin Dan.
8. Supporter bayaran
Ini sedikit mengejutkan buat saya, ada beberapa gadis-gadis abege lugu yang berpakaian a la team marching band merah putih, pake bandana yang ada shuttlecock nya dua biji, membentuk tanduk. Pertama saya liat mereka di kick off event, waaah kayaknya keren banget! belom lg mereka pada dorong stroller yg awalnya saya kira isinya bayi, ternyata isinya shuttlecock semuaaa!!!! Saya pikir awalnya mereka adalah komunitas pecinta badminton, ternyata mereka adalah gadis-gadis yang dipersiapkan oleh sponsor untuk meramaikan acara. Dang!
No offense, tapi saya kok agak gimanaaa gitu dgn mereka yah? ada sedikit hal yang cukup menggelitik di pikiran saya melihat mereka yang berteriak menyemangati pemain :
Apakah mereka mengerti apa yang sedang terjadi di lapangan itu?
Bagaimanakah rasanya menyemangati sesuatu yg even lo aja belum tentu minat?
Rasanya kok nggak sincere ya? dan pada saat situasi memburuk, mengapa mereka berhenti menyemangati? kan udah dibayar, harusnya jalan terus dong.... beda dengan kita yang emang pecinta badminton beneran.
Kenapa supporter bayaran itu nggak diambil dari para penggila badminton, lets say abege-abege seger...banyak lho diantara mereka yang juga cinta badminton, emang passion nya gituh. Yah ini hanyalah sekadar saran saja, mungkin panitia punya alasan tersendiri untuk melakukan hal ini. Who knows? Anyway usaha nya boleh juga, dengan pom pom, genderang, cymbal, etc.
Nah demikian point-point sayah mengenai Badminton City, Indonesia Open Super Series 2010. Semoga penyelenggaraan tahun depan lebih spektakuler ! Mari kita bikin badminton internasional ngiri, seperti yang sempet ditulis oleh salah satu pecinta badminton di negara lain:
"We have to learn a thing or two from them when comes to organizing these type of fun activities. I must say that sometimes we are too bored to do things. Indonesians the fun crowd when comes to badminton"
Untuk pics lengkap IOSS 2010, bisa di intip di sini. Enjoooy !
Apa yang beda dari tahun lalu?
1. Numero Uno : E-TICKET !!!!
Ini patut dimasukkan ke dalam daftar 7 keajaiban dunia. Sumpah gak lebay. Sejak diselenggarakan tahun 1982, turnamen ini tiketnya susaaaah banget didapet. Bahkan tahun lalu sampe ada yang nyaris nginep untuk dapet tiket, berangkat dari rumah pas abis subuh, mungkin kalo bulan puasa, abis imsak langsung cabut dari rumah. Tahun ini panitia cukup cerdas dan mulai menyadari betapa pentingnya aplikasi sistem ini, sehingga calo-calo pun tewas tak berdaya. E-ticket DIOSS tahun ini bisa diakses pecinta badminton di website resmi nya. Selain e-ticket yang menurut saya briliiant adalah booth pembelian tiket NON Tunai, via debit ataupun kartu kredit BCA. Plus, booth ini pun menawarkan diskon 20% untuk semua jenis kelas tiket!!! Siapa yg gak seneng coba? sejak kapan ada sejarahnya tiket mudah dibeli, pake didiskon pulak! Ada apa lagi??? klik aja disini -->
2. Badminton City
[caption id="" align="aligncenter" width="297" caption="we're in Badminton City!!!"]
Sebetulnya konsep semi bazaar sudah diterapkan tahun lalu oleh panitia. Namun tahun ini konsep diperdalam dan aplikasi konsep nya pun niat abis!!! Istora disulalp menjadi sebuah arena bernama Badminton City dimana semua muanya berhubungan dengan badminton. Sebut aja booth sponsor yang menyediakan berbagai koleksi T-Shirt, Jacket, Payung, Topi, dll. Semuanya ini berbau bulutangkis lho! Dari mulai balon maskot raksasa, boneka-boneka kok, raket, sampe penunjuk jalan semua nya berbau bulutangkis. Its like my wonder land!
3. Face Painting
[caption id="" align="alignleft" width="297" caption="red is my blood, white is my bone!"]
Sedari dulu saya nunggu-nunggu fasilitas ini, maklumlah saya bukan tipe org yang suka make up an jadinya gak punya lipstick mere dan eye shadow putih. Untungnya kali ini sponsor menyediakan booth lengkap dengan face paint, kuas, plus gambar bendera yang mau dicoret-coret di pipi. Nggak cuma bendera lho, ada juga yang ngegambar kok di muka nya!
4. DIO , Si burung maskot
Cuma tahun ini lho Indonesia Open punya maskot, namanya DIO (*singkatan dari Djarum Indonesia Open). DIO adalah burung garuda yang berkaos merah dan celana item, kostum khas warna pemain Indonesia. Bedanya, pemain kita nggak ada paruh kuning nya.
5. Comment Wall
Nah ini juga ide yang sangat bagus menurut saya, dengan menyediakan papan putih sepanjang hampir 15 meter, pengunjung bisa komen, support, bahkan bisa curhat juga di wall ini. Isinya lucu-lucu, buat yang penasaran, saya sempet capture beberapa pic, bisa dilihat disini.
[caption id="" align="aligncenter" width="297" caption="comment wall yang setiap harinya diganti karena selalu penuh"]
[caption id="" align="alignright" width="297" caption="marching band setelah semifinal match"]
6. Marching Band, DJ, dan Dancers
Sejak kapan ya acara badminton di dunia ini ada DJ nya? cuma di sini bok! pake dihibur sama dancer dan marching band segala cyyn! paketereak2 IN-DO-NE-SIA dung dung dung dung dung ! Udah gitu si dije pun tak mau kalah, lagu-lagu yang dipasang adalah lagu yg lekat dengan lifestyle dan pokoknya bikin acara ini jauh dari kaku.
7. Badminton games
Kalo yang ini adalah satu kreasinya sponsor. Ini adalah salah satu booth favorit saya dan rekan saya sesama penggila badminton : Titiw Akmar. Saking semangatnya, kita sangat ambisi untuk dapetin semua hadiah dengan berbagai cara, sampe yg jaga booth pengen pengsan dan ngambek kalo kita dateng, bahkan ada satu orang yang ngancem mau resign dan nyuruh saya gantiin dia di booth itu. Hiihihi...
Games nya macem-macem ya, intinya kamu harus bermain badminton. Ada games servis bola ke dalam keranjang (ini badminton apa basket?), ada juga yang harus serve dan shuttlecock kudu kena tiang-tiang yg sudah disediakan, or jatuh di area yg ada point2 nya.
Panitia sepertinya tidak menyangka kalo kami para penggila badminton sungguh niat bermain, sehingga banyak hadiah amblas di hari pertama, maka di hari kedua banyak peraturan games yang diganti dengan semena-mena, susaaaaah bgt untuk menang! Ibaratnya boro-boro saya dan Titiw, mungkin Taufik juga gak bisa menang di games ini! Yang bisa mungkin cuma manusia setengah dewa : Lin Dan.
8. Supporter bayaran
Ini sedikit mengejutkan buat saya, ada beberapa gadis-gadis abege lugu yang berpakaian a la team marching band merah putih, pake bandana yang ada shuttlecock nya dua biji, membentuk tanduk. Pertama saya liat mereka di kick off event, waaah kayaknya keren banget! belom lg mereka pada dorong stroller yg awalnya saya kira isinya bayi, ternyata isinya shuttlecock semuaaa!!!! Saya pikir awalnya mereka adalah komunitas pecinta badminton, ternyata mereka adalah gadis-gadis yang dipersiapkan oleh sponsor untuk meramaikan acara. Dang!
No offense, tapi saya kok agak gimanaaa gitu dgn mereka yah? ada sedikit hal yang cukup menggelitik di pikiran saya melihat mereka yang berteriak menyemangati pemain :
Apakah mereka mengerti apa yang sedang terjadi di lapangan itu?
Bagaimanakah rasanya menyemangati sesuatu yg even lo aja belum tentu minat?
Rasanya kok nggak sincere ya? dan pada saat situasi memburuk, mengapa mereka berhenti menyemangati? kan udah dibayar, harusnya jalan terus dong.... beda dengan kita yang emang pecinta badminton beneran.
Kenapa supporter bayaran itu nggak diambil dari para penggila badminton, lets say abege-abege seger...banyak lho diantara mereka yang juga cinta badminton, emang passion nya gituh. Yah ini hanyalah sekadar saran saja, mungkin panitia punya alasan tersendiri untuk melakukan hal ini. Who knows? Anyway usaha nya boleh juga, dengan pom pom, genderang, cymbal, etc.
Nah demikian point-point sayah mengenai Badminton City, Indonesia Open Super Series 2010. Semoga penyelenggaraan tahun depan lebih spektakuler ! Mari kita bikin badminton internasional ngiri, seperti yang sempet ditulis oleh salah satu pecinta badminton di negara lain:
"We have to learn a thing or two from them when comes to organizing these type of fun activities. I must say that sometimes we are too bored to do things. Indonesians the fun crowd when comes to badminton"
Untuk pics lengkap IOSS 2010, bisa di intip di sini. Enjoooy !
NAJISS!! Haha.. super lengkap!! Gw udah bikin postingan kayak gini dari kemaren2, tapi kok isi blog gw bultang smua yak..? Blog gw kan variatif.. gak kayak elo.. haha.. gw super suka foto kita yang face paintiiing! :D
ReplyDeletemaksudnya, udah bikin dari kemaren2 tapi belum sempet publish! Hhihihi..
ReplyDeletehahahaha.... amin amin kalo dblg lengkap, padahal postingan comment wall yg kocak kocak belom ada nih....
ReplyDeleteeniwei ngeblog badminton mulu tiw? maklum deh euphoria kick off dan INA Open sih! plus sisa deg-deg an ktmu Ricky Subagdja masih nempel pel pel pel! :P
publish aja napaaa! :D
ReplyDeletewah seru banget widya...saya jadi nyesel nih gak dateng sekalipun seumur2 ke indonesia open...
ReplyDeletetahun depan dateng juga ah mesti !! hehe
@Bung Yes : waah sayang banget nggak dateng.... tahun depan tongkrongin yah! :)
ReplyDeleteTahun 2011 Turnamen nya naik kelas jadi premier lhoo.. gengsi lebih tinggi, prize money lbh merajalela, dan pastinya konsep acaranya lebih gila lagi dari tahun iniiiii! Yihaaaaa.....
Apaan yang dipublish, bencoong?!
ReplyDeleteBTW.. cara ngereply orang langsung aja klik reply yang ada di bawah komen orang, gak usah bikin komen baru lagi tong!..
ReplyDeletesaluuut deeehh sama laporan ttg badminton nya! serasa ada disana juga .. ;p
ReplyDeletegue belum pernah sama sekali ntn, jujur krn gue ga suka atau tertarik sama badminton..tp baca tulisan lo kayaknya seru ya booo... palagi baca tuh komen orang2 di wall.. kocak! hihihi